Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PENGARUH TIME FRAME PADA HASIL TRADING FOREX

Disaat mengamati diagram exchanging forex, akan terlihat bar bergerak naik turun sesuai dengan harga yang sedang terjadi. Tidak peduli Anda menggunakan Time Frame exchanging forex manapun, mulai dari yang terkecil seperti 1 menit, hingga yang lebih besar seperti Daily atau Monthly, keadaan harga tersebut selalu berubah-ubah.


Memahami penggunaan Time Frame exchanging forex cukup berpengaruh pada penentuan Stop Loss dan target serta perhitungan Risk/Reward, yang pada akhirnya bisa berdampak pada kemungkinan memperoleh Profit atau Loss. Maka dari itu, artikel ini akan mencontohkan pengaruh Time Frame terhadap validitas sinyal exchanging (sinyal exchanging yang bisa dipercaya), serta kemungkinan hasil exchanging yang akan diperoleh.

A. Mengenal Berbagai Jenis Time Frame Trading Forex

Sebenarnya, memilih Time Frame exchanging forex bukan hanya persoalan periode waktu dengan bar panjang pendek yang menunjukkan posisi harga. Lebih dari itu, Time Frame exchanging forex merefleksikan emosi dan sentimen pelaku pasar. 

Pada time span 60 minutes, kita akan melihat perubahan emosi pelaku pasar dalam 1 jam terakhir, yang ditunjukkan oleh pergerakan perubahan harga di dalamnya. Begitu juga dengan Time Frame exchanging forex pada periode yang lebih tinggi ataupun lebih rendah. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini:

B. Jenis time period exchanging forex

Jika kita membuka stage exchanging, tersedia berbagai macam Time Frame exchanging forex yang bisa dipilih. Mulai dari yang terkecil dalam hitungan menit, jam, atau periode waktu yang lebih panjang seperti Daily, Weekly, dan Monthly. 

Pada time period 1-hour atau 4-hours, perubahan emosi pelaku pasar dan information perubahan harga yang ditunjukkan akan cenderung lebih terbaca dibandingkan dengan Time Frame 5 menit. Demikian pula Time Frame exchanging Daily, akan menunjukkan lebih banyak information perubahan harga dibandingkan dengan time period 60 minutes.

C. Hubungan Antara Time Frame Dan Validitas Sinyal

Anggaplah pasar seperti hubungan antar individual. Semakin lama mengenal seseorang, Anda akan semakin tahu apakah orang tersebut bisa dipercaya atau tidak. Jika banyak orang mengatakan bahwa si A bisa dipercaya, maka kemungkinan Anda akan percaya. 

Anda tidak bisa menentukan apakah seseorang bisa dipercaya atau tidak ketika masih dalam compositions untuk mengetahuinya. Contoh yang lebih spesifik, misalnya Anda bertemu seseorang untuk pertama kali. 

Nah, manakah waktu yang lebih akurat untuk mengetahui karakter dan kepribadian orang tersebut, berbicara dengannya selama 5 menit saja atau selama sehari penuh? Tentu yang lebih lama bukan? Semakin lama Anda mengenal seseorang, akan semakin akurat pengetahuan Anda mengenai orang tersebut. 

Hal itu sangat mirip dengan exchanging forex. Semakin Anda sering mempelajari Time Frame tinggi seperti Weekly, Daily, atau 4-hour, semakin Anda akan mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dan menyeluruh tentang keadaan pasar. 

Muatan Time Frame tinggi lebih lengkap dibandingkan Time Frame yang lebih rendah, karena menunjukkan lebih banyak information dan periode waktu exchanging yang lebih panjang. Seperti ilustrasi sebelumnya, exchanging dengan time span tinggi bisa diumpamakan Anda bertemu orang yang telah lama Anda kenal, sehingga Anda bisa memperkirakan bagaimana dia akan bereaksi terhadap tindakan Anda. 

Sebaliknya, exchanging dengan Time outline rendah (5 menit atau 1 menit) tidak ada bedanya seperti bertemu dengan orang yang belum lama Anda kenal, sehingga Anda perlu waktu lebih lama untuk mempelajari karakternya.

D. Hal-Hal Yang Patut Dicermati Saat Memilih Time Frame Trading Forex

Time span exchanging forex mana yang terbaik? Ini relatif dan sangat bergantung pada metode masing-masing broker. Ada kelebihan dan kekurangan dari masing-masing Time Frame exchanging forex.

 Apapun pilihan Anda nantinya, prinsip mengenai Time Frame akan selalu sama: ada beberapa hal yang patut diwaspadai saat Anda menggunakan Time Frame terlalu rendah, di antaranya:

1. Terlalu Banyak Noise

Jika Anda membandingkan diagram exchanging 5 menit dengan 1 jam, maka pada Time Frame yang lebih rendah (5 menit) akan tampak sinyal-sinyal yang kelihatannya substantial, tetapi gagal menghasilkan benefit signifikan (Failed Signals). 

Time span rendah dalam hal ini adalah yang lebih kecil dari 1 jam. Alasannya adalah karena pada Time Frame 5 menit banyak terdapat pergerakan harga yang kurang berarti dibandingkan dengan Time Frame 1 jam. 

Anda akan jarang menemukan pergerakan harga yang terarah dan kuat, karena biasanya cuma ada rentetan pergerakan yang kurang berarti, atau lazim disebut Noise. Sementara pada time period 1 jam, Anda akan lebih banyak melihat pergerakan bar harga yang terarah.

2. Kesulitan Mengatur Rerata Range Harian Dan Stop Loss

Pasar bergerak dalam range yang bisa dirata-rata setiap harinya. Range rata-rata ini akan selalu berubah sesuai dengan keadaan volatilitas pasar, yang bisa berdampak langsung pada posisi terbuka. 

Umumnya, perubahan volatilitas ekstrim perlu diantisipasi dengan perhitungan manajemen risiko sebaik mungkin, guna menghindari risiko kerugian jika terjadi inversion di luar prediksi. Dalam hal ini, masalah yang sering dialami para dealer harian atau Scalper yang biasanya menggunakan Time Frame rendah adalah Stop Loss. 

Jika ditempatkan pada jarak yang terlalu rapat, kemungkinan Stop Loss untuk kena akan lebih besar. Hal itu akan berbeda jika level Stop Loss tersebut berada dalam range rata-rata time period yang lebih tinggi, seperti di diagram 4-Hours atau Daily.

3. Time span Trading Forex Rendah Memicu Overtrading

Berhubungan dengan Noise yang telah disebutkan pada poin pertama, exchanging dengan Time Frame rendah juga cenderung menyebabkan Overtrading. 

Broker akan cenderung tergoda section ketika melihat sinyal-sinyal exchanging yang banyak bermunculan, meski kecil kemungkinannya untuk bisa menghasilkan benefit yang memadai. Karena itu, strategi Scalping seringkali tidak disarankan untuk pemula, meskipun terlihat sederhana dan mudah. 

Overtrading dapat dihindari dengan cara tidak terlalu banyak berpindah-pindah Time Frame. Jika belum bisa disiplin dan asal membuka peluang pada setiap Time Frame dengan dasar coba-coba, maka Anda masih perlu belajar lagi membuat Trading Plan.

Posting Komentar untuk "PENGARUH TIME FRAME PADA HASIL TRADING FOREX"